Augmented Reality

Apa itu Augmented Reality? Augmented Reality (AR) adalah sebuah teknologi untuk menampilkan objek virtual dalam dunia nyata dengan program komputer meskipun hanya terlihat di monitor dan tidak benar-benar muncul di dunia nyata. Aplikasi advance, seperti Sixth Sense, game Play Station Eye of Judgement, atau aplikasi Kompas Augmented Reality, adalah tiga dari sekian banyak aplikasi AR yang tersebar di seluruh dunia. Selain aplikasi sains, AR juga digunakan dalam pendidikan, media periklanan, real-time building map, serta virtual museum

Tujuan dari AR adalah untuk memberi nilai tambah berupa informasi dan makna kepada objek atau tempat yang nyata. Tidak seperti Virtual Reality, AR tidak menciptakan simulasi dari realita akan tetapi mengambil objek atau ruang di dunia nyata sebagai landasan dan menggabungkan teknologi yang menambahkan data kontekstual untuk memperdalam pemahaman seseorang mengenai subjek.

Sebuah gambar dapat berbicara lebih banyak daripada 1000 kata-kata. Untuk lebih jelas memahami Augmented Reality akan lebih baik melihat langsung daripada menbayangkannya. Silahkan simak video berikut ini.

Lalu apa bedanya Augmented Reality dengan Virtual Reality? Perhatikan gambar berikut ini.

Di bagian kanan, semua aplikasi yang menampilkan objek virtual murni digolongkan sebagai “virtual reality” (VR). Aplikasi VR yang sering dijumpai adalah driving simulator atau war simulator. Di bagian tengah, terdapat “augmented reality” dan “augmented virtuality”. Sebuah aplikasi digolongkan sebagai aplikasi  “augmented reality” apabila aplikasi tersebut menampilkan lebih banyak objek nyata dibandingkan objek virtual. Di sisi lain, sebuah aplikasi dimasukkan dalam klasifikasi “augmented virtuality” apabila menampilkan lebih banyak objek virtual dibandingkan objek nyata. Contoh aplikasi augmented virtuality adalah program tayangan berita di televisi, di mana pembaca berita duduk di depan layar hijau (greenzone), kemudian secara elektronis ditayangkan di televisi dengan latar belakang tertentu yang berbeda dengan latar belakang asli.

Salah satu pustaka berbasis C/C++ yang sering digunakan sebagai framework untuk membangun aplikasi AR adalah ARToolKit [2]. Pustaka ini dikembangkan oleh Dr. Hirokazu Kato, dan pengembangannya didukung oleh Human Interface Technology Laboratory (HIT Lab) di University of Washington-USA, HIT Lab NZ di University of Canterbury, New Zealand, and ARToolworks, Inc, di Seattle-USA. Aplikasi dasar yang tersedia dalam contoh program ARToolKit adalah proyeksi objek tiga dimensi (3D) pada sebuah card / marker (Gambar dibawah). Saat user menggerakkan marker, objek 3D yang terproyeksi di atas marker tersebut akan mengikuti gerakan marker, seolah-olah objek tersebut “tertempel” di atas marker. Salah satu kesulitan dalam pengembangan aplikasi AR adalah menentukan sudut pandang (viewpoint) dari user. Untuk menentukan sudut pandang user, kita harus mengetahui ke arah mana user melihat lingkungan nyata.

Di Indonesia, pengembangan aplikasi ini mulai menunjukkan ‘geliat’-nya. Selain aplikasi komersial yang dikembangkan oleh Augmented Reality Indonesia, AR & Co., dan beberapa blog tutorial berbahasa Indonesia juga menampilkan artikel-artikel menarik. Beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia pun seperti Universitas Gunadarma mulai memasukkan Augmented Reality sebagai salah satu tema penelitian, meskipun sebagian besar masih berkisar di seputaran aplikasi terapan.

Nah, apakah Anda tertarik untuk ‘bermain-main’ dengan AR? Untuk mencobanya, Anda bisa memulainya dengan membangun aplikasi AR sederhana berbasis ARToolKit. Untuk pengembangan AR di Android kita bisa menggunakan Software Library NyarToolkit, apa itu Nyartoolkit?.. NyarToolkit adalah software library pengembangan dari ARToolkit, jadi bisa dibilang “anaknya” ArToolkit, jadi kita mudah mengembangkannya. NyarToolkit ini menggunakan bahasa Java dan sedikit C#, cara pengembangannya kita menggunakan software Eclipse untuk Java.

Anda bisa download langsung Software Library NyarToolkit dan Source Codenya dibawah sini:

Software Library NyarToolkit

Source Code NyarToolkit Untuk Android

Selain NyarToolkit anda juga bisa menggunakan metaio’s advanced Mobile SDK, solusi paling lengkap untuk membuat aplikasi Augmented Reality untuk iOS dan Android. Disertai fitur high-level API dan teknologi image recognition terbaru yang memungkinkan para pengembang untuk menghasilkan aplikasi berkualitas dengan mudah. Dan yang terbaik dari semuanya adalah: versi gratisnya akan dirilis dalam waktu dekat.

Salah satu contoh aplikasi yang dibuat menggunakan metaio adalah game The Thing. Untuk mencoba game ini anda bisa download langsung disini:

Download for Android

Download for iOS

Setelah memainkan game ini, cobalah fitur INFECT YOURSELF yang menggunakan kemampuan advanced Facial Recognition AR. Dan perhatikan baik-baik secara seksama saat wajah anda berubah menjadi seperti ini:

Referensi :

1. P. Milgram, H. Takemura, A. Utsumi, F. Kishino: “Augmented Reality: A class of displays on the reality-virtuality continuum,” Proceedings of SPIE, Telemanipulator and Telepresence Technologies 2351, 282–92 (1995)

2. http://www.hitl.washington.edu/artoolkit/

3. http://www.ar-innovation.com/

4. http://haryvedca.wordpress.com/category/komputer/augmented-reality/

5. http://belajar-ar.blogspot.com/

Tulisan ini dipublikasikan di Grafik Komputer. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s